akhirnya kembali putus dengan kekecewaan.
September
bulan yang akan aku ingat selalu
dimana hatiku hancur sehancur hancurnya
luka yang teramat dalam
dan duka yang tak kunjung usai
mental ku sudah tak karuan
sudah berantakan.
ibuku pergi selamanya.
selamanya.
saat itu ibu hanya mengeluh sakit gigi seperti biasa. dan gejala lain yang menurut ku ringan
lalu pagi hari ibuku lagi rajin rajin nya beres beres..
padahal memang ibu baru sembuhh dari meriang karena sakit gigi
aku menegor ibu
" bu, jgan cape cape .. "
ibu tidak menggubris
ibu tetap saja membersihkan rumput di samping warung yang sangat tinggi
aku saat itu sedang bikin es batu. tidak terlalu fokus pada apa yang sedang dilakukan ibu.
ke esokan harinya ibu melemas dan mengeluh sakit perut. badannya panas dan kondisinya semakin buruk.
aku sudah usahakan segala hal agar ibu membaik, karena ibu tidak mau berobat.
aku sudah tidak bisa melihat kondisi ibu yang semakin melemah itu. aku sarankan agar ibu mau berobat.
tapi masalahnya, kondisi ibu sudah tidak kuat lagi buat jalan..
aku mencoba menyemangati ibu agar mau sembuh dan mau berusaha sembuh.
ku cari dokter terdekat yang bisa infus di rumah..tapi tidak ada yang bisa
karena mengangkat ibu sangatlah berat, kami tidak kuat.
akhirnya kami paksa kan angkat dan bawa ke puskesmas.
ibu dirawat 2 hari disana
aku dan adek gantian jagain ibu
kita kerjasama antara warung dan jaga ibu. kondisi ibu tidak stabil.. kadang membaik tapi tiba tiba memburuk
aku mulai was was
tapi tubuhku juga sudah remuk rasanya menahan lelah bolak balik jagain ibu dan ngurusin usaha.
aku masih optimistis ibu bisa sembuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar