rasanya ingin ku buat kamar ini ricuh
ku buang semua seisi meja rias ku.. hingga semuanya jatuh berserakan di lantai
ku robek semua kertas-kertas lukisan yg ku gambar hingga tak berbentuk lagi
ku hamburkan kertas-kertas lainya tak berarah
ku raih rak buku dan ku gulingkan
ku tarik selimut di atas kasur lalu ku singkirkan..
ku cari gunting untuk ku tancapkan ke bantal dan guling.. dan seisinya tumpah sejadinya
dan ku teriak sekencang kencangnya
"aaaaaaakkkkkkkk"
ku pegang kepala ku dgn erat ..
ku remas rambut ku sampai terlihat tak terurus..
ku beralih menuju kaca..
ku tatap wajah ku yg muram dan berlumuran tangisan
ku tertawa..
"hahahaha dasar cengeng..lemah dan tak berguna."
ku lihat di sebelah nya ada sebuah sapu bergagang kayu yg keras..
ku raih dan ku hantamkan ke arah kaca yg membisu
"praak"
kaca itu menjadi 4 bagian..
retak dan rusak
bayang diriku terlihat berada dalam bagian kepingan pecahan itu..
aku berteriak kembali
'aaaakkk... '
ku duduk sambil termangu di bawah jendela..
melipatkan kedua kaki ku..
dan merundukan pandangan ku
ku peluk erat..
seperti menggigil..layak nya es yg menjatuhi tubuhku
ku bangkit.. dan ku cari silet yg berada di laci yg sudah tak rapi
ku cari.. dan ku acak-acak seluruhnya
dan ku temukan.
ku buka bungkusnya perlahan dengan suara terisak ku goreskan ke lengan.. titik nadi kehidupan
"aaakkkk.."
tangisan ku semakin tak karuan..
tangan ini pedih seperti hati ku..
badan ku lemas..
dan ku mengatur nafas..
"brugghh"
aku terbaring.. dan menyerah
darah ini..
menjadi aliran luka yang semakin menyiksa ku..
dan tak ada yg tau..
aku terluka..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar